Bagaimana Cara Menghitung Zakat?

zakat beras

Sebagai umat Islam, membayar zakat adalah suatu kewajiban untuk melengkapi ibadah di bulan Ramadhan ini. Hukum zakat adalah wajib bila mampu secara finansial dan telah mencapai nisab atau batas minimal bayar zakat. Nah, zakat sendiri ada berbagai macam jenisnya, diantaranya zakat fitrah dan zakat mal. Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk masing-masing zakat tersebut dan apa peruntukannya? Simak dibawah ini.

1 . Zakat Fitrah

Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh semua umat Islam, baik laki-laki, perempuan, merdeka atau budak, tua dan muda. Zakat fitrah ini dikeluarkan pada awal bulan ramadhan sampai menjelang idul fitri. Menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2014 Pasal 30 Bagian Kedua, dijelaskan bahwa perhitungan zakat fitrah didasarkan dengan peraturan berikut :

1. Zakat Fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.
2. Kualitas beras atau makanan pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan kualitas beras atau makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari .
3. Beras atau makanan pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat diganti dalam bentuk uang senilai 2,5kg atau 3,5 liter beras.

Dari tiga point di atas terlihat jelas bahwa setiap jiwa yang hidup di bulan Ramadhan wajib membayarkan makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari seberat 2,5kg atau 3,2 liter. Mimin sempat searching-searching di beberapa toko online juga, untuk beras paling mahal (Si Pulen Pandan Wangi), per 20 kg nya adalah Rp638.900. Berarti per kilo adalah Rp31.945, dan zakat yang dikeluarkan adalah Rp79.862. Nah kalau beras yang paling murah banget (raskin) adalah Rp3.000, dan berarti zakat yang dikeluarkan adalah Rp7.500. Anyway, nggak mungkin juga kan, kamu berzakat pakai raskin. Yang ada kamu berzakat menggunakan beras merah karena kesehariannya makan nasi merah buat diet.

2. Zakat Mal

Berbeda dengan zakat fitrah, zakat mal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu, yang telah mencapai satu nisab. Untuk menghitungnya, adalah 2,5% dari jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun (termasuk didalamnya tabungan dan investasi). Nah, dikarenakan kalau urusan harta masing-masing individu adalah berbeda, maka berbeda juga jumlah yang dikeluarkan. Perlu diingat, bahwa nisab dari zakat yang dikeluarkan adalah satu tahun tabungan atau investasi yang mengendap. Jadi kalau posisinya adalah uang yang ada di tabungan kamu sekarang dan setiap bulan berubah-ubah, ini bukan termasuk nisab.

Demikian penjelasan mengenai cara menghitung zakat. Kamu perlu coba juga deh kalkulator zakat di beberapa website. Kini kamu juga bisa berzakat online juga loh karena banyak website yang sudah mengakomodir pembayaran zakat online. Sudah berzakat belum?

Article By :

Leave a Reply

Your email address will not be published.