Data Pribadi Apa yang Tidak Boleh Dibagikan di Internet?

SatuLoket – Sekitar 70% netizen Indonesia terbiasa  berbagi mengenai privasi mereka. Privasi  yang mereka bagi berupa data dan informasi pribadi seperti no HP, alamat email, dan yang paling sering adalah data keluarga yang tidak sengaja terekspos karena upload foto atau video keluarga di medsos.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai betapa pentingnya menjaga privasi, berikut saya informasikan mengenai pengertian dari privasi itu sendiri. Privasi adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk menyembunyikan dirinya sendiri, atau informasi tentang diri mereka sendiri, dan dengan demikian mengekspresikan diri secara selektif.

Tahukah Anda? Sangat berbahaya apabila data dan informasi pribadi Anda sampai tersebar. Setiap aplikasi atau akun saja selalu mempunyai proteksi kebijakan privasi untuk melindungi privasi penggunanya. Informasi apa sajakah yang tidak boleh dibagikan secara gamblang di internet?

1. Kata Kunci Email

Apapun akunnya, jangan sampai password kamu dibagikan melalui internet. Kadang kita terbiasa menyepelekan hal tersebut seperti menyimpan list password kita di draft email, atau di dokumen berbentuk .doc atau .xls. Nah, hal ini rentan peretasan akun, meski password yang diberikan hanya satu saja. Para hacker berpengalaman bisa saja mengotak-atik kombinasi password kamu untuk mengambil data-data penting.

2. Nomor Telepon.

Banyak akun maupun keperluan lain yang memerlukan verifikasi melalui SMS dan telepon. Bayangkan jika nomor telepon Anda sampai jatuh ke tangan orang yang salah dan tidak Anda kenal. Bisa jadi dia menggunakan no telepon Anda untuk kegiatan yang tidak mmenyenangkan. Atau jika Anda mempunyai banyak fans, bisa jadi setiap hari Anda akan mendapat beratus-ratus sms tidak penting karena no telepon Anda tersebar di Internet.

3. Tanggal lahir

Tanggal lahir sudah menjadi password hidup bagi sebagian orang. Password akun email menggunakan tanggal lahir. Sampai-sampai password ATM pun menggunakan tanggal lahir. Bisa Anda bayangkan jika ATM Anda dipegang oleh orang lain dan langsung dikuras isinya tanpa Anda ketahui? Sangat berbahaya bukan? Padahal sepanjang pengamatan saya banyak akun yang masih memasang info data pribadi mengenai tanggal lahir. Ketika tanggal lahir Anda telah dimasukkan ke sebuah akun yang berawalan www, berarti Anda telah menyebar informasi itu ke seluruh dunia.

4. Nomor Identitas Kependudukan (NIK)

NIK bisa dimanfaatkan untuk membacak nomor telepon seseorang. Akan sangat berbahaya jika nomor telepon yang dibajak itu terhubung ke situs-situs lain seperti internet banking, verifikasi SatuLoket, Verifikasi email, dan sebagainya.

5. Email

Sekarang ini sangat nyaman dan simple menyimpan data-data penting di email. Semua akun terhubung ke email, registrasi juga menggunakan email. Tapi bagaimana jika akun email Anda sampai dibajak? Oleh karena itu saya sarankan agar Anda jangan sembarangan menyebar data dan informasi pribadi alias privasi Anda di internet.

6. Foto Kartu Identitas

Beberapa anak milenial, cenderung suka berbagi foto apapun di sosial media. Termasuk hingga foto kartu identitas (KTP/SIM), hingga ijasah sekolah/kuliah. Tahukah kamu bahwa di kartu identitas tersebut tertera informasi lengkap kita dari alamat rumah, tanggal lahir, hingga nama ibu kandung. Jika berbagi informasi ini dilakukan, para pencuri data informasi bisa menyalahgunakannya untuk hal-hal seperti membuka akun bank, atau mengajukan aplikasi kredit dengan akunmu. Apesnya, nanti kamu yang harus menanggung hal itu semua.

– – – – –

Meski beberapa akun layanan mewajibkan kita untuk memasukkan informasi mengenai beberapa hal tersebut, hendaknya kita membaca ketentuan dan privasi layanan mereka. Jadi jangan sampai kita membagikannya, namun tidak tahu untuk apa. Bisa jadi informasi tersebut digunakan untuk penipuan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya!

 

Article By :

Leave a Reply

Your email address will not be published.