Survei Kebiasaan Netizen Indonesia dalam Melakukan Pembayaran Kebutuhan Bulanan

piggy-bank-with-lots-of-money_1098-969

Potensi untuk membayar tagihan bulanan secara online masih sangat besar. Pergeseran perilaku masyarakat, khususnya anak muda yanginternet-minded ini menjadi terus digenjot oleh berbagai start-up di tanah air, salah satunya SatuLoket. SatuLoket, sebagai salah satu platform pembayaran online satu pintu, mencatat bahwa adanya pergeseran perilaku masyarakat yang kini sudah mulai percaya dengan membayar secara online.  Jika dulu di awal tahun 2015, hanya 40% saja yang bersedia bayar tagihan dan beli pulsa secara online, di tahun 2016 ini meningkat menjadi 54,71%.

Menurut Putri Nastiti, Business Developer dari SatuLoket, netizen muda di Indonesia ini sangat unik dalam melakukan pembayaran kebutuhan bulanan. Beberapa waktu lalu tim SatuLoket bersama JAKPAT telah melakukan survei mengenai kebutuhan bulanan bagi para netizen muda, dengan usia 16 hingga 35 tahun. Survei ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kebiasaan para netizen muda mengelola pengeluaran bulanan.

Salah satu surveinya adalah produk selular untuk nomor prabayar. Pada umumnya, netizen memiliki dua nomor handphone, dengan provider paling favorit adalah Telkomsel atau Indosat sebagai provider utama. Penggunaan kartu yang digunakan juga bervariasi, ada temuan juga dimana setiap pengguna kartu paska bayar, selalu memilliki nomor lain kartu prabayar. Untuk kartu prabayar sendiri sebagai kartu utama, jumlahnya kecil, hanya 18%.

Dalam kebiasaan membeli pulsa, para netizen pada umumnya membeli pulsa tiga kali dalam sebulan. Untuk nominal yang dibeli, rata-rata adalah Rp50.000,-, sedangkan budget untuk pembelian pulsa setiap bulannya, rata-rata adalah Rp100.000,-.  Selanjutnya untuk paket data internet, pada umumnya mereka membeli minimal kuota 3GB dalam sebulan. Provider favorit yang banyak digunakan adalah Tri, dimana pada saat ini memiliki promo paling murah. Jika ditanya mengenai budget untuk internet, hasil dari survei mengemukakan bahwa setidaknya para netizen mengeluarkan Rp150ribu hingga Rp200ribu per-bulan untuk internet.

Selanjutnya adalah pembayaran tagihan. Ternyata 62% netizen masih mempercayakan pembayaran tagihan (listrik, telepon rumah, dan internet paska bayar) pada pembayaran offline, yaitu di loket pembayaran provider terkait, dan melalui mini market. Untuk alasan dari mereka mempercayakan pembayaran offline adalah jumlah nominal tagihan yang dibayarkan cukup besar (rata-rata diatas Rp300.000), sehingga masih ragu apabila ada kesalahan dalam pembayaran, dan ketika membayar secara offline.

Mengenai kapan pada umumnya mereka melakukan pembayaran? Tim SatuLoket sudah mendapatkan jawabannya, yaitu di pertengahan bulan (antara tanggal 10 hingga tanggal 20). Memang ini unik, dimana pada umumnya, payday masyarakat Indonesia adalah tanggal 25 hingga 5. Ada kemungkinan mengenai waktu pembayaran atau pembelian ini, dimana yang pertama, tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan adalah tanggal 20, dan untuk pulsa maupun paket internet, mereka bisa membelinya kapan saja. “Jadi, netizen lebih suka bayar mepet-mepet”

Mungkin kedepannya pola ini akan berubah. Sangat memungkinkan kedepannya semua serba digital dan penggunaan layanan untuk telepon tidak lagi relevan. Dimana,nantinya semua akan serba internet dalam berkomunikasi satu dengan yang lain dan bertransaksi.

Featured @ Wire Dailysocial.id, 11 Agustus 2016.

mm
Article By :

Leave a Reply

Your email address will not be published.