Tradisi Unik Hari Raya Umat Budha Waisak di Berbagai Negara

Hari Waisak merupakan salah satu dari hari-hari besar agama Buddha dimana hari itu dianggap sebagai hari suci yang sakral bagi seluruh umat Buddha. Meskipun umat Buddha bukan golongan mayoritas di Indonesia, setiap tahunnya pemerintah Indonesia  menetapkan Hari raya agama Buddha Waisak sebagai Hari Libur Nasional yang biasa jatuh di bulan Mei. Bagi umat Buddha hari besar agama Buddha ini merupakan salah satu moment penting yang harus dirayakan karena termasuk dalam hari-hari besar agama Buddha . Hari raya umat Budha ini memperingati tiga peristiwa penting dalam agama Buddha, yaitu peristiwa kelahiran Pangeran Siddharta,  Pengangkatan Pangeran Siddharta menjadi Buddha ketika ia mencapai Penerangan Agung, serta wafatnya Buddha Gautama Parinibbana.

Menjadi golongan minoritas di Indonesia bukan berarti agama Buddha juga menjadi minoritas di negara lain. Di beberapa negara seperti Tiongkok dan Thailand agama Buddha merupakan agama mayoritas para penduduknya. Penduduk negara-negara tersebut merayakan ritual unik Waisak setiap tahunnya. Meski dirayakan dengan tradisi Waisak yang berbeda-beda, pada umumnya perayaan unik Waisak di berbagai negara tersebut memiliki dasar ritual yang sama.

Misalnya saja di Indonesia biasanya tradisi  hari raya umat Budha Waisak dimulai dengan memutari objek pemujaan sebanyak tiga putaran lalu dilanjutkan dengan pemandian rupang bayi Pangeran Siddharta., meletakkan sesajen sebagai perlengkapan pemujaan (lilin, bunga, buah, dan dupa). Baru setelah itu lilin yang sudah disiapkan harus dinyalakan. Penyalaan lilin ini menandakan bahwa upacara tradisi hari raya umat Budha Waisak akan dimulai. Setelah itu umat Buddha melakukan puja bakti sebagai tradisi umum hari raya agama Buddha Waisak yang dilanjutkan dengan meditasi. Terakhir,  tradisi hari besar agama Buddha Waisak berakhir dengan pemercikan air suci oleh para biksu kepada umat Buddha.

Tradisi unik Waisak di berbagai negara

Di beberapa negara melakukan tradisi Waisak yang merupakan salah satu dari hari-hari besar agama Buddha ini dengan cara yang sedikit berbeda dan bisa dibilang unik. Hal ini dikarenakan mereka mengadaptasi dasar ritual perayaan hari raya umat Budha Waisak dengan kebudayaan dan kebiasaan mereka sehingga melahirkan ritual perayaan hari raya agama Buddha Waisak yang unik dan berbeda. Berikut merupakan ritual unik Waisak di berbagai negara, khususnya Thailand, Malaysia, Taiwan, Singapura, dan Indonesia.

1. Tradisi unik Waisak di Thailand
Perayaan  hari raya umat Budha Waisak di Thailand disebut Festival Visakha Bucha. Dengan jumlah umat Buddha sebanyak 95% dari jumlah penduduknya menjadikan Thailand menjadi negara yang merayakan hari raya agama Buddha Waisak dengan jumlah pengunjung tradisi hari besar agama Buddha Waisak yang bisa dikatakan ramai. Uniknya, walaupun perayaan dilaksanakan dalam kondisi yang ramai, perayaan hari raya umat Budha Waisak di thailand tetap berlangsung dengan suasana damai. Penduduk Thailand akan berbondong-bondong menuju Nakhon Pathom dimana di provinsi  tersebut terdapat sebuah kuil dengan  patung Buddha berukuran besar hingga mencapai 15,87 meter.

2. Tradisi unik Waisak di Malaysia
Selain ritual pemercikan air suci, uniknya di Malaysia ritual hari raya agama Buddha Waisak juga dilengkapi dengan tradisi Waisak yang selalu dilakukan oleh penduduk Malaysia, yaitu memasukkan koin ke dalam patung Buddha dengan harapan  diberi keberkatan oleh Sang Budhdha. Jika di Indonesia perayaan hari besar agama Buddha Waisak dilakukan di plataran Borobudur , maka beda halnya dengan Malaysia yang melakukan perayaan Unik Hari Raya Waisak di kuil Thai Buddhist Chetawan.

3. Tradisi unik Waisak di Taiwan
Sama seperti ritual hari besar agama Buddha Waisak yang dilakukan di negara lain, Taiwan juga melakukan pemercikan air suci oleh para biksu sebagai simbol awal kehidupan baru. Saat melakukan ritual ini, para umat Buddha di Taiwan melakukan doa dan ungkapan rasa syukur sambil memegang sebuah bunga teratai di tangannya.

4. Tradisi unik Waisak di Singapura
Ada perbedaan yang mencolok dengan tradisi perayaan hari raya umat Budha Waisak di Singapura. Untuk merayakan hari  raya umat Budha Waisak, penduduk Singapura sampai-sampai melakukan ritual pelepasan burung. Pada hari perayaan umat Buddha di Singapura akan melepaskan burung bersama-sama dari sangkarnya. Sama seperti perayaan hari besar agama Buddha Waisak di Taiwan, pelepasan burung ini juga menjadi simbol sebuah kehidupan baru sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang diajarkan Sang Buddha.

5. Tradisi unik Waisak di Indonesia
Ternyata negara Indonesia juga punya tradisi perayaan  hari raya agama Buddha Waisak yang tidak kalah unik dengan negara-negara yang telah saya sebutkan di atas. Di Indonesia sendiri perayaan  Waisak biasanya dilakukan di plataran Borobudur yang terletak di Magelang dan bukan hanya dikunjungi oleh penduduk lokal saja tetapi juga oleh tamu mancanegara. Ritual unik Waisak di Indonesia dilakukan dengan menyalakan lentera-lentera lilin oleh umat Buddha di plataran Borobudur pada malam hari. Lagit malam yang tadinya gelap berubah menjadi indah saat lentera-lentera itu dilepaskan secara bersamaan.

Meskipun setiap negara memiliki cara ataupun tradisi hari raya umat Budha Waisak yang berbeda, perayaan Waisak pada dasarnya dilakukan dengan maksud untuk berdoa, menghargai, dan mengucap rasa syukur kepada Sang Buddha. Sebenarnya dalam mengekspresikan rasa syukur kita juga bisa mengimplementasikannya dalam bentuk sedekah karena ternyata manfaat sedekah itu sangat banyak. Jika kalian penasaran dengan apa manfaat sedekah kalian dapat mengunjungi link manfaat sedekah. Selain itu, SatuLoket juga telah memudahkan  transaksi sedekah kalian dengan adanya produk donasi di SatuLoket.

Article By :

Leave a Reply

Your email address will not be published.