Zakat, Infaq, Shodaqoh, Wakaf, dan Fidyah. Apa Bedanya?

Mari Mengaji

Mari Mengaji

Bulan Ramadhan mengajak kita untuk selalu terus menjaga iman dan taqwa kita kepada sang pencipta. Mumpung lagi bulan Ramadhan nih, mimin jadi syariah juga dan tetiba ingin membahas mengenai Zakat, Infaq, Shodaqoh, Wakaf, dan Fidyah. Nah, simak searching-an dari mimin mengenai beberapa istilah tersebut.

1.Zakat

Zakat (kalau dalam bahasa Arab lughat) berarti membersihkan atau mensucikan (QS At-Taubat :10). Selain itu arti lain dari zakat ini adalah tumbuh, berkembang, dan berkah. Zakat ini sifatnya wajib dan memiliki ketentuan atau jumlah batasan harta yang diberikan, dan ada aturan juga untuk siapa saja yang harus menerimanya. Untuk persen yang musti dikeluarkan adalah 2,5% dari harta atau penghasilan yang mencapai nisab. Atau biar nggak ribetnya, biasanya sih yang dibayarkan selama satu tahun.

2. Infaq

Infaq ini berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan harta untuk kepentingan sesuatu. Jika zakat tadi harus mencapai nisab (atau batasan tertentu) untuk mengeluarkannya, infaq ini tidak memiliki batasan, jadi sifatnya sukarela berapapun. Infaq ini dikeluarkan oleh siapapun, baik orang yang memiliki harta berlebih maupun orang yang berkecukupan (QS Al Imran 134)

3.Shodaqoh

Shodaqoh (kalau di bahasa Indonesia sedekah) memiliki arti benar. Sedekah sendiri kalau dalam terminologi bahasa Indonesia artinya berderma. Pengertian shodaqoh ini, sama halnya dengan infaq, namun lebih luas, yaitu yang dikeluarkan tidak hanya terbatas harta secara material, namun juga non material (seperti tenaga dan pikiran misalnya).

4.Wakaf

Kalau dari segi bahasa, wakaf artinya menghentikan atau menahan. Dalam arti luas, wakaf ini berarti membekukan hak milik terhadap harta atau benda tertentu untuk kepentingan umum. Nah, ketentuannya dalam berwakaf adalah memberikan sesuatu yang tidak ada habisnya (atau tidak boleh dijual). Misalnya untuk wakaf ini adalah memberikan Al Quran kepada masjid-masjid yang membutuhkan.

5.Fidyah

Fidyah atau fidaa’, dalam beberapa kitab fiqih artinya memberi makan. Fidyah ini berlaku untuk mengganti puasa bagi orang yang tidak mampu berpuasa lagi (seperti lansia atau wanita hamil/menyusui misalnya). Cara membayarkannya adalah memberi makan satu orang fakir miskin hingga kenyang.

Menarik juga ternyata, dimana sebagai umat Islam, banyak ternyata yang harus kita bagi kepada orang yang kurang mampu. Nah, kamu sudah melakukan yang mana? Sebenarnya nggak ribet juga sih kalau mau berbagi karena di SATU LOKET, sudah memfasilitasi untuk berbagi kebahagiaan bareng Rumah Zakat. Cobaduluyuk!

mm
Article By :

Leave a Reply

Your email address will not be published.